Archives for category: Uncategorized

Administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Administrasi, baik dalam pengertian luas maupun sempit di dalam penyelenggaraannya diwujudkan melalui fungsi-fungsi manajemen, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.

Maintenance adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya. Maintenance atau pemeliharaan juga dilakukan untuk menjaga agar peralatan tetap berada dalam kondisi yang dapat diterima oleh penggunanya.(Lindley R. Higgis dan R. Keith Mobley (Maintenance Engineering Handbook, Sixth Edition, McGraw-Hill, 2002))

Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu asal kata “manus” yang berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. Kedua kata itu digabung membentuk kata kerja “managere” yang berarti menangani. “Managere”diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “manage”, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “manajemen” atau pengelolaan.

Audit adalah evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit teknologi informasi adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

 

  1. Sertifikasi Bidang Administrasi, Maintenance, Manajemen dan Audit

Sertifikasi Bidang Administration

Cisco Certified Network Associate (CCNA) merupakan salah bentuk sertifikasi network administrator,sertifikasi ini dikeluarkan oleh Cisco dan merupakan sertifikasi tingkat pertama dalam jajaran sertifikasi Cisco. Cisco sendiri merupakan vendor peralatan jaringan komputer terkemuka yang produknya banyak sekali dipakai oleh perusahaan-perusahaan. Materi pembelajaran CCNA dirancang agar lulusannya mampu melakukan installasi, konfigurasi dan memanage LAN, WAN, serta security dasar untuk jaringan kecilsmall office home office. Dengan mengambil sertifikat CCNA dari CISCO, Anda masuk kedalam jalur untuk menapaki karir profesional di bidang networking.

 

Sertifikasi Bidang Maintenance

Tiga windu Dirgantara Indonesia telah menunjukan kiprahnya dalam penguasaan teknologi dan industri kedirgantaraan. Penguasaan teknologi yang diterapkan dalam bidang desaign, manufacturing, quqlity assurance, product support, maintenance dan overhaul telah mendapat pengakuan dari otoritas nasional maupun internasional. Dalam bidang engineering: sertifikasi JAA (otoritas Eropa) untuk CN – 235-110, DGAC (otoritas sipil – RI), IMAA (otoritas militer – RI). Dalam bidang quality assurance: sertifikasi dari GD – AS,BAe – Inggris, Lockheed – AS, Boeing – AS. Dalam bidang product support and Maintenance – overhaul – repair : untuk Aircraft service sertifikasi dari DGAC – RI,Hamkam dan Oman untuk turbin dan propulasi sertifikasi dari DGAC – RI, FAA – AS, Hamkam, Malaysia, Engine Manufacturers – AS – Kanada – Inggris – Prancis, ISO – 9002 serta DGAC – RI untuk Maintenance Organization.

 

Sertifikasi Bidang Manajemen & Audit

Internal Auditor merupakan profesi yang relative baru dalam dunia bisnis. Kebutuhan internal auditor di Indonesia mulai dirasakan setelah keluarnya Position Paper #1/2003 yang disampaikan kepada Gubernur Bank Indonesia, Menteri BUMN dan Ketua Bapepam mengenai penting dan strategisnya peran internal auditor dalam upaya mentransformasi good corporate governance principles dari tataran ideal ke dalam bentuk yang lebih konkret, yaitu tataran implementasi. Kebutuhan dunia bisnis akan internal auditor yang kompeten terus meningkat dan belum diimbangi oleh jumlah sumber daya kompeten secara memadai.

Berdasarkan fenomena kelangkaan sumber daya internal auditor yang kompeten di atas, Fakultas Ekonomi Widya Mandala Surabaya sebagai institusi pendidikan yang sejak dahulu mengedepankan kualitas, menyelenggarakan Short Course Program Sertifikasi Qualified Internal Auditor. Program ini merupakan hasil kerjasama dengan Yayasan Pendidikan Internal Auditor (YPIA). Program ini adalah satu-satunya program pendidikan sertifikasi Qualified Internal Auditor di Jawa Timur yang diakui oleh Organisasi Profesi Internal Auditor – satu-satunya organisasi yang berhak memberikan gelar QIA (Qualified Internal Auditor). Penyandang gelar QIA adalah internal auditor yang diakui memiliki pengetahuan dan ketrampilan sejajar dengan auditor kelas dunia. Gelar QIA diberikan oleh Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (DSQIA) setelah melalui pelatihan dan ujian sertifikasi QIA.

 

  1. Institusi yang Mengeluarkan Sertifikasi di Bidang Administration dan Maintenance Serta Management dan Audit

Sertifikasi profesional pada dasarnya memiliki 3 model , yaitu :

  • Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc
  • Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
  • Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Institusi/perusahaan biasanya mensyaratkan adanya dokumen resmi pengakuan keahlian berupa sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga resmi yang dapat meyakinkan bahwa network administrator tersebut memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh lembaga resmi sertifikasi.

Sertifikasi yang diberikan sebagai bentuk pengakuan profesionalitas di bidang Management dan Audit, antara lain :

CISA (Certified Information Systems Auditor)

CISM (Certified Information Security Manager)

CISSP (Certified IS Security Professional)

CIA (Certified Internal Auditor)

Salah satu institusi yang menawarkan sertifikasi untuk Management dan Audit yaitu Information Systems Audit and Control Association (ISACA).

ISACA berdiri secara formal sejak 1969. Pertama kali didirikan, ISACA merupakan asosiasi bagi para IS Auditor dengan fungsi sebagai sumber informasi dan pihak yang memberikan panduan-panduan praktik bagi IS Auditor. Namun, saat ini, keanggotaan ISACA telah mencapai 35,000 orang yang tersebar di 100 negara di seluruh dunia (di Indonesia terdapat 100 anggota). Keanggotaannya sendiri mencakup berbagai macam lingkup profesi, diantaranya IS Auditor, Konsultan, Akademisi, dan berbagai profesi lain yang terkait dengan TI. Keanekaragaman profesi ini, membuat para anggota dapat saling belajar dan bertukar pengalaman mengenai profesinya masing-masing. Sejak lama, hal ini telah dipandang sebagai salah satu kekuatan ISACA di samping memiliki chapter di 60 negara yang dapat memberi kesempatan kepada para anggotanya untuk saling berbagi pengalaman, praktik dan pengetahuan, dan dengan demikian dapat menjadi wadah memperluas networking bagi para anggotanya. Dalam tiga dekade terakhir, ISACA telah berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan dijadikannya ISACA sebagai acuan praktik-praktik terbaik dalam hal audit, pengendalian dan keamanan sistem informasi oleh para profesional di seluruh dunia. Perkembangan ISACA ini juga ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah anggota secara signifikan di beberapa negara.

SARAN

Bidang pekerjaan harus memiliki sertifikasi untuk mengukur kualitas kinerja professional seseorang. Karna sangat penting untuk pengukur seberapa pantas kualitas yang dihasilkan oleh semua pekerjaan dan sangat penting mengukur kelayakan dalam bidang pekerjaan maka dari itu setiap kegiatan yang berhubungan dengan lingkungn dan mahkluk sekitar wajib dilakukannya sertifikasi.Dalam bidang Administration dan Audit, sertifikasi dilakukan oleh organisasi profesi seperti Oracle,  Microsoft, Cisco,  CompTIA, Certified Internet Web Master (CIW), World Organization of Webmasters (WOW),  Information Systems Audit and Control Association (ISACA). Sedangkan dalam bidang Management dan Audit, sertifikasi dilakukan oleh institusi Information Systems Audit and Control Association (ISACA).

http://piljehteomi.blogspot.co.id/2014/07/sertifikasi-administrasi-maintenance.

htmlhttps://arizkaseptiani.wordpress.com/2011/06/01/sertifikasi-administration-maintenancemanagement-dan-audit/

http://ryunana.blogspot.co.id/2014/07/jurnal-sertifikasi-di-bidang.html

 

Iklan

PENDIRIAN BISNIS

Berikut ini adalah prosedur-prosedur yang harus dilakukan:

  1. Tahapan pengurusan izin pendirian
    Bagi badan usaha berskala besar, hal ini menjadi prinsip yang paling penting demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hingga izin perluasan.

Untuk beberapa jenis badan usaha lainnya, misalnya sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan, jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi.

Beberapa dokumen yang diperlukan pada tahapan ini adalah Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Bukti diri. Serta perizinan yang perlu dipenuhi dalam badan  usaha tersebut, yaitu Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Surat Izin Usaha Industri (SIUI)

  1. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum
    Tidak semua badan usaha harus berbadan hukum. Akan tetapi, setiap badan usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar, maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk badan usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam.

 

Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA).

 

  1. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
    Badan usaha dikelompokkan berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian, dan sebagainya.

 

  1. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain
    Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun, diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha, misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri yang berupa SIUP.

 

Pendirian suatu perusahaan atau bisnis merupakan hal yang penting dan sangat diperlukan di kalangan masyarakat, karena pendirian tersebut dapat membuka suatu lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan potensi penghasilan dalam perusahaan tersebut.

Dalam mendirikan usaha juga tidak mudah, tetapi juga tidak sulit, kita hanya harus mengikuti syarat-syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan UU dan juga harus jelas visi dan misi perusahaan tersebut, dan sebelum mendirikan badan usaha kita harus mendapatkan izin dari pemerintah

Jadi kesimpulannya adalah bahwa setiap wirausahawan yang ingin membuka usaha baru sebaiknya mempelajari terlebih dahulu tahap demi tahap dalam membuat usaha karena tahap demi tahap ini sudah ada peraturannya oleh karena itu sangat penting sekali mempelajarinya, agar dalam berusaha kita tidak mendapat kesulitan dalam usaha yang kita jalankan itu.

 

Jenis-jenis Profesi di Bidang IT beserta Job Desc-nya

  1. System Analisis

Job Descriptions:
1. Memperluas atau memodifikasi sistem untuk melayani tujuan baru atau meningkatkan alur kerja.
2. Menguji, memelihara, dan memantau program komputer dan sistem, termasuk koordinasi instalasi program komputer dan sistem.
3. Mengembangkan, dokumen dan merevisi prosedur desain sistem, prosedur pengujian, dan standar kualitas.
4. Menyediakan staf dan pengguna dengan membantu memecahkan masalah komputer terkait, seperti malfungsi dan masalah program.
5. Meninjau dan menganalisa hasil print-out komputer dan indikator kinerja untuk menemukan masalah kode, dan memperbaiki eror dengan mengkoreksi kode.
6. Berkonsultasi dengan manajemen untuk memastikan kesepakatan pada prinsip-prinsip sistem.
7. Berunding dengan klien mengenai jenis pengolahan informasi atau perhitungan kebutuhan program komputer.
8. membaca manual, berkala, dan mereport secar teknis untuk belajar bagaimana mengembangkan program yang memenuhi kebutuhan staf dan pengguna.
9. Mengkoordinasikan dan menghubungkan sistem komputer dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kompatibilitas dan sehingga informasi bisa dibagi.
10. Menentukan software atau hardware komputer yang diperlukan untuk mengatur atau mengubah sistem.

  1. Database Administrators

Job Descriptions:
1. Menguji program atau database, memperbaiki kesalahan dan membuat modifikasi yang diperlukan.
2. Memodifikasi database dan sistem manajemen database yang ada.
3. Merencanakan, mengkoordinasikan dan melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk melindungi informasi dalam file komputer terhadap kerusakan, pemodifikasian atau akses yang tidak sah.
4. Bekerja sebagai bagian dari tim proyek untuk mengkoordinasikan pengembangan database dan menentukan lingkup proyek dan keterbatasan.
5. Menulis dan mengkode deskripsi database secara fisik dan logis dan menentukan pengidentifikasi dari database untuk sistem manajemen atau orang lain secara langsung dalam pengkodean deskripsi.
6. Melatih user dan menjawab pertanyaan-pertanyaan.
7. Menentukan pengguna dan tingkat akses pengguna untuk setiap segmen dari database.
8. Menyetujui, menjadwal, merencanakan, dan mengawasi pemasangan dan uji coba produk baru dan perbaikan sistem komputer seperti instalasi database baru.
9. Meninjau permintaan proyek, menggambarkan database user untuk memperkirakan waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
10. Mengembangkan standar dan pedoman untuk membimbing penggunaan dan perolehan perangkat lunak dan untuk melindungi informasi yang rentan.

  1. Network Systems and Data Communications Analysts

Job Descriptions:
1. Menguji dan mengevaluasi hardware dan software untuk menentukan efisiensi, reliabilitas, dan kompatibilitas dengan sistem yang ada, dan membuat rekomendasi pembelian.
2. Desain dan implementasi sistem, konfigurasi jaringan, dan arsitektur jaringan, termasuk teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, lokasi situs, dan integrasi teknologi.
3. Membantu pengguna untuk mendiagnosa dan memecahkan masalah komunikasi data.
4. Memantau kinerja sistem dan menyediakan langkah-langkah keamanan, tips dan pemeliharaan yang diperlukan.
5. Menjaga dibutuhkan file dengan menambahkan dan menghapus file pada server jaringan dan membuat cadangan file untuk menjamin keselamatan file apabila terjadi masalah dengan jaringan.
6. Bekerja dengan engineer lain, analis sistem, programer, teknisi, ilmuwan dan manajer tingkat atas dalam pengujian, desain dan evaluasi sistem.
7. Mengidentifikasi area operasi yang perlu diupgrade peralatan seperti modem, kabel serat optik, dan kabel telepon.
8. Konsultasi pelanggan, kunjungi tempat kerja atau melakukan survei untuk menentukan kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan.
9. Melatih pengguna dalam menggunakan peralatan.
10. Memelihara perangkat seperti printer, yang terhubung ke jaringan.

  1. Computer Programmers

Job Descriptions:
1. Memperbaiki kesalahan dengan membuat perubahan yang sesuai dan memeriksa kembali program untuk memastikan bahwa hasil yang diinginkan yang dihasilkan.
2. Melakukan percobaan menjalankan program dan aplikasi software untuk memastikan bahwa mereka akan menghasilkan informasi yang dikehendaki dan bahwa instruksi sudah benar.
3. Menulis, mengupdate, dan memelihara program komputer atau paket perangkat lunak untuk menangani pekerjaan tertentu seperti pelacakan inventaris, menyimpan atau mengambil data, atau mengontrol peralatan lainnya.
4. Menganalisis, meninjau, dan menulis ulang program, menggunakan grafik dan diagram alur kerja, dan menerapkan pengetahuan tentang kemampuan komputer, materi pelajaran, dan logika simbolik.
5. Melakukan atau revisi langsung, perbaikan, atau perluasan program yang ada untuk meningkatkan efisiensi operasi atau beradaptasi dengan persyaratan baru.
6. Berkonsultasi dengan manajerial, teknik, dan tenaga teknis untuk memperjelas maksud program, mengidentifikasi masalah, dan menyarankan perubahan.
7. Melakukan analisis sistem dan pemrograman tugas untuk memelihara dan mengontrol penggunaan perangkat lunak komputer sistem sebagai programmer sistem.
8. Menyusun dan menulis dokumentasi pengembangan program dan revisi berikutnya, memasukkan komentar dalam kode instruksi sehingga orang lain dapat memahami program ini.
9. Penyiapan diagram alur kerja rinci dan diagram yang menggambarkan input, output, dan operasi logis, dan mengubahnya menjadi serangkaian instruksi dikodekan dalam bahasa komputer.
10. Berkonsultasi dengan dan membantu operator komputer atau analis sistem untuk mendefinisikan dan menyelesaikan masalah dalam menjalankan program-program komputer.

  1. Web Developers

Job Descriptions:
1. Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
2. Meakukan atau update situs web langsung.
3. Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
4. Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
5. Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
6. Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
7. Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
8. Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
9. Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
10. Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

  1. IT Project Managers

Job Descriptions:
1. Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
2. Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
3. Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
4. Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
5. Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
6. Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
7. Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
8. Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
9. Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
10. Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.

  1. Computer Systems Engineers

Job Descriptions:
1. Berkomunikasi dengan staf atau klien untuk memahami persyaratan sistem tertentu.
2. Memberikan saran pada biaya proyek, konsep desain, atau perubahan desain.
3. Dokumen desain spesifikasi, petunjuk instalasi, dan sistem informasi terkait lainnya.
4. Verifikasi stabilitas, interoperabilitas, portabilitas, keamanan, atau skalabilitas arsitektur sistem.
5. Berkolaborasi dengan engineer atau pengembang perangkat lunak untuk memilih solusi desain yang tepat atau memastikan kompatibilitas komponen sistem.
6. Mengevaluasi teknologi yang muncul saat ini untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya, portabilitas, kompatibilitas, atau kegunaan.
7. Memberikan bimbingan teknis atau dukungan untuk pembangunan atau tips sistem.
8. Mengidentifikasi sistem data, perangkat keras, atau komponen perangkat lunak yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengguna.
9. Memberikan pedoman untuk menerapkan sistem yang aman untuk pelanggan atau tim instalasi.
10. Memonitor operasi system untuk mendeteksi masalah potensial.

  1. Network and Computer Systems Administrators

Job Descriptions:
1. Menjaga dan mengelola jaringan komputer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi.
2. Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
3. Mendiagnosa, memecahkan masalah, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan lainnya dan masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
4. Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data, perangkat lunak, dan perangkat keras.
5. Mengkonfigurasikan, memonitor, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
6. Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
7. Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
8. Desain, mengkonfigurasi, dan perangkat keras uji komputer, jaringan lunak dan perangkat lunak sistem operasi.
9. Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan.
10. Berunding dengan pengguna jaringan tentang bagaimana untuk memecahkan masalah sistem yang ada.SimakBaca secara fonetik.

  1. Web Administrators

Job Descriptions:
1. Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
2. Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
3. Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
4. Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
5. Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
6. Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
7. Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
8. Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
9. Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
10. Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.

  1. Computer Security Specialists

Job Descriptions:
1. Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
2. Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
3. Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
4. Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
5. Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
6. Memofifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
7. Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
8. Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
9. Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.
10. Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana sistem komputer dengan personil pendirian dan vendor luar.

 

SARAN
Perkembangan zaman saat ini yang diiringi oleh kemajuan teknoligi informasimemberikanpeluangyang sangat besar bagi dunia bisnis. Sehingga tak sedikit orang yangsaat ini melirik peluang tersebut. Langkah yang dituju pun berbagai macam cara, ada yangberusaha untuk mendirikan bisnis dibidang TI tersebut dengan sendirinya ada pula yangbekerja sama dengan orang–orang yang memiliki keahlian khusus atau pengalaman.Bagaimana pun cara yang dilakukan jika dilihat dari berbagai macam profesi IT yang adaperlunya pembekalan atau pun pengetahuan bahkan pengalaman mengenai profesi yangdijalani. Dengan maksud orang tersebut dapat mengetahu mengenai deskripsi pekerjaanserta tanggung jawab yang diemban atas profesinya. Sehingga proses bisnis dapat berjalansesuaidengan rencana bahkan target pun tercapai,

Cyberlaw di Indonesia

Munculnya cyberlaw di Indonesia dimulai sebelum tahun 1999. Fokus utama pada saat itu adalah pada “payung hukum” yang generik dan sedikit mengenai transaksi elektronik. Pendekatan “payung” ini dilakukan agar ada sebuah basis yang dapat digunakan oleh undang-undang dan peraturan lainnya. Namun pada kenyataannya hal ini tidak terlaksana. Untuk hal yang terkait dengan transaksi elektronik, pengakuan digital signature sama seperti tanda tangan konvensional merupakan target. Jika digital signature dapat diakui, maka hal ini akan mempermudah banyak hal seperti electronic commerce (e-commerce),electronic procurement (e-procurement), dan berbagai transaksi elektronik lainnya.

Cyberlaw digunakan untuk mengatur berbagai perlindungan hukum atas kegiatan yang memanfaatkan internet sebagai medianya, baik transaksi maupun pemanfaatan informasinya. Pada cyberlaw ini juga diatur berbagai macam hukuman bagi kejahatan melalui internet.

Cyberlaw atau Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sendiri baru ada di Indonesia dan telah disahkan oleh DPR pada tanggal 25 Maret 2008. UU ITE terdiri dari 13 bab dan 54 pasal yang mengupas secara mendetail bagaimana aturan hidup di dunia maya dan transaksi yang terjadi di dalamnya. Perbuatan yang dilarang (cybercrime) dijelaskan pada Bab VII (pasal 27-37), yaitu :
Pasal 27: Asusila, Perjudian, Penghinaan, Pemerasan.

Pasal 28: Berita bohong dan Menyesatkan, Berita kebencian dan permusuhan.

Pasal 29: Ancaman Kekekrasan dan Menakut-nakuti.

Pasal 30: Akses Komputer Pihak Lain Tanpa Izin, Cracking.

Pasal 31: Penyadapan, Perubahan, Penghilangan Informasi.

Ada satu hal yang menarik mengenai rancangan cyberlawini yang terkait dengan terotori. Misalkan, seorang crackerdari sebuah Negara Eropa melakukan pengrusakan terhadap sebuah situs di Indonesia. Salah satu pendekatan yang diambil adalah jika akibat dari aktivitascracking-nya terasa di Indonesia, maka Indonesia berhak mengadili yang bersangkutan. Yang dapat dilakukan adalah menangkap cracker ini jika dia mengunjungi Indonesia. Dengan kata lain, dia kehilangan kesempatan/hak untuk mengunjungi sebuah tempat di dunia.

Cyberlaw di Malaysia

Digital Signature Act 1997 merupakan cyberlaw pertama yang disahkan oleh parlemen Malaysia. Tujuan cyberlawini adalah untuk memungkinkan perusahaan dan konsumen untuk menggunakan tanda tangan elektronik (bukan tanda tangan tulisan tangan) dalam hukum dan transaksi bisnis. Pada cyberlaw berikutnya yang akan berlaku adalah Telemedicine Act 1997. Cyberlaw ini praktis medis untuk memberdayakan memberikan pelayanan medis/konsultasi dari lokasi jauh melalui penggunaan fasilitas komunikasi elektronik seperti konferensi video.

Cyberlaw di Amerika Serikat

Di Amerika, cyberlaw yang mengatur transaksi elektronik dikenal dengan Uniform Electronic Transaction Act (UETA). UETA adalah salah satu dari beberapa Peraturan Perundang-undangan Amerika Serikat yang diusulkan oleh National Conference of Commissioners on Uniform State Laws (NCCUSL).

Sejak itu 47 negara bagian, Kolombia, Puerto Rico, dan Pulau Virgin US telah mengadopsinya ke dalam hukum mereka sendiri. Tujuan menyeluruhnya adalah untuk membawa ke jalur hukum negara bagian yag berbeda atas bidang-bidang seperti retensi dokumen kertas, dan keabsahan tanda tangan elektronik sehingga mendukung keabsahan kontrak elektronik sebagai media perjanjian yang layak.

Cyberlaw di Singapura

The Electronic Transactions Act (ETA) telah ada sejak 10 Juli 1998 untuk menciptakan kerangka yang sah tentang undang-undang untuk transaksi perdagangan elektronik di Singapore. ETA dibuat dengan tujuan :

Memudahkan komunikasi elektronik atas pertolongan arsip elektronik yang dapat dipercaya.

Memudahkan perdagangan elektronik, yaitu menghapuskan penghalang perdagangan elektronik yang tidak sah atas penulisan dan persyaratan tandatangan, dan untuk mempromosikan pengembangan dari undang-undang dan infrastruktur bisnis diperlukan untuk menerapkan menjamin / mengamankan perdagangan elektronik.

Memudahkan penyimpanan secara elektronik tentang dokumen pemerintah dan perusahaan.

Meminimalkan timbulnya arsip alektronik yang sama (double), perubahan yang tidak disengaja dan disengaja tentang arsip, dan penipuan dalam perdagangan elektronik, dll.

Membantu menuju keseragaman aturan, peraturan dan mengenai pengesahan dan integritas dari arsip elektronik.

Mempromosikan kepercayaan, integritas dan keandalan dari arsip elektronik dan perdagangan elektronik, dan untuk membantu perkembangan dan pengembangan dari perdagangan elektronik melalui penggunaan tandatangan yang elektronik untuk menjamin keaslian dan integritas surat menyurat yang menggunakan media elektronik.

Di dalam ETA mencakup :

Kontrak Elektronik. Kontrak elektronik ini didasarkan pada hukum dagang online yang dilakukan secara wajar dan cepat serta untuk memastikan bahwa kontrak elektronik memiliki kepastian hukum. Kewajiban penyedia jasa jaringan mengatur mengenai potensi / kesempatan yang dimiliki oleh network service provider untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mengambil, membawa, menghancurkan material atau informasi pihak ketiga yang menggunakan jasa jaringan tersebut.

Tandatangan dan Arsip Elektronik. Hukum memerlukan arsip/bukti arsip elektronik untuk menangani kasus-kasus elektronik, karena itu tandatangan dan arsip elektronik tersebut harus sah menurut hukum. Di Singapura, masalah tentang privasi, cybercrimespam, muatan onlinecopyright, kontrak elektronik sudah ditetapkan. Sedangkan perlindungan konsumen dan penggunaan nama domain belum ada rancangannya tetapi online dispute resolution sudah terdapat rancangannya.

 

Computer Crime Act(Malaysia)

Malaysia adalah salah satu negara yang cukup fokus pada dunia cyber, terbukti Malaysia memiliki Computer Crime Act (Akta Kejahatan Komputer) 1997, Communication and Multimedia Act (Akta Komunikasi dan Multimedia) 1998, dan Digital Signature Act (Akta Tandatangan Digital) 1997.

Digital Signature Act 1997 merupakan Cyberlaw pertama yang disahkan oleh parlemen Malaysia. Tujuan Cyberlaw ini, adalah untuk memungkinkan perusahaan dan konsumen untuk menggunakan tanda tangan elektronik (bukan tanda tangan tulisan tangan) dalam hukum dan transaksi bisnis.

Computer Crimes Act 1997 menyediakan penegakan hukum dengan kerangka hukum yang mencakup akses yang tidak sah dan penggunaan komputer dan informasi dan menyatakan berbagai hukuman untuk pelanggaran yang berbeda komitmen.

Para Cyberlaw berikutnya yang akan berlaku adalah Telemedicine Act 1997. Cyberlaw ini praktisi medis untuk memberdayakan memberikan pelayanan medis / konsultasi dari lokasi jauh melalui menggunakan fasilitas komunikasi elektronik seperti konferensi video.

Dan Communication and Multimedia Act (Akta Komunikasi dan Multimedia) 1998 yang mengatur konvergensi komunikasi dan industri multimedia dan untuk mendukung kebijakan nasional ditetapkan untuk tujuan komunikasi dan multimedia industri.

Communication and Multimedia Act (Akta Komunikasi dan Multimedia) 1998 kemudian disahkan oleh parlemen untuk membentuk Malaysia Komisi Komunikasi dan Multimedia yang merupakan peraturan dan badan pengawas untuk mengawasi pembangunan dan hal-hal terkait dengan komunikasi dan industri multimedia

Tapi kali ini saya hanya membahas tentang Computer Crime Act, karena kita lebih fokus pada cybercrime. Secara umum Computer Crime Act, mengatur mengenai:

Mengakses material komputer tanpa ijin

Menggunakan komputer untuk fungsi yang lain

Memasuki program rahasia orang lain melalui komputernya

Mengubah / menghapus program atau data orang lain

Menyalah gunakan program / data orang lain demi kepentingan pribadi

 

 Council of Europe Convention on Cybercrime (COECCC)

Merupakan salah satu contoh organisasi internasional yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan di dunia maya, dengan mengadopsikan aturan yang tepat dan untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam mewujudkan hal ini.

COCCC telah diselenggarakan pada tanggal 23 November 2001 di kota Budapest, Hongaria. Konvensi ini telah menyepakati bahwa Convention on Cybercrime dimasukkan dalam European Treaty Series dengan nomor 185. Konvensi ini akan berlaku secara efektif setelah diratifikasi oleh minimal lima Negara, termasuk paling tidak ratifikasi yang dilakukan oleh tiga Negara anggota Council of Europe. Substansi konvensi mencakup area yang cukup luas, bahkan mengandung kebijakan criminal yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari cybercrime, baik melalui undang-undang maupun kerja sama internasional.  Konvensi ini dibentuk dengan pertimbangan-pertimbangan antara lain sebagai berikut:

Bahwa masyarakat internasional menyadari perlunya kerjasama antar Negara dan Industri dalam memerangi kejahatan cyber dan adanya kebutuhan untuk melindungi kepentingan yang sah dalam penggunaan dan pengembangan teknologi informasi.

Konvensi saat ini diperlukan untuk meredam penyalahgunaan sistem, jaringan dan data komputer untuk melakukan perbuatan kriminal. Hal lain yang diperlukan adalah adanya kepastian dalam proses penyelidikan dan penuntutan pada tingkat internasional dan domestik melalui suatu mekanisme kerjasama internasional yang dapat dipercaya dan cepat.

Saat ini sudah semakin nyata adanya kebutuhan untuk memastikan suatu kesesuaian antara pelaksanaan penegakan hukum dan hak azasi manusia sejalan dengan Konvensi Dewan Eropa untuk Perlindungan Hak Azasi Manusia dan Kovenan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1966 tentang Hak Politik Dan sipil yang memberikan perlindungan kebebasan berpendapat seperti hak berekspresi, yang mencakup kebebasan untuk mencari, menerima, dan menyebarkan informasi/pendapat.

Konvensi ini telah disepakati oleh masyarakat Uni Eropa sebagai konvensi yang terbuka untuk diakses oleh Negara manapun di dunia. Hal ini dimaksudkan untuk diajdikan norma dan instrument Hukum Internasional dalam mengatasi kejahatan cyber, tanpa mengurangi kesempatan setiap individu untuk tetap dapat mengembangkan kreativitasnya dalam pengembangan teknologi informasi.
Perbedaan Cyber Law, Computer Crime Act, dan Council of Europe Convention on Cybercrime

  1. Cyber Law: merupakan seperangkat aturan yang dibuat oleh suatu Negara tertentu dan peraturan yang dibuat itu hanya berlaku kepada masyarakat Negara tertentu.
  2. Computer Crime Act (CCA): merupakan undang-undang penyalahgunaan informasi teknologi di Malaysia.
  3. Council of Europe Convention on Cybercrime: merupakan organisasi yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan di dunia internasional. Organisasi ini dapat memantau semua pelanggaran yang ada di seluruh dunia.

 

RUU INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK ITE

Merupakanketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukumsebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yangberada di wilayah hukumIndonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum diwilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikankepentingan Indonesia.Secara umum, materi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE)dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu pengaturan mengenai informasi dan transaksielektronik dan pengaturan mengenai perbuatan yang dilarang.

Pengaturan mengenaiinformasi dan transaksi elektronik mengacu pada beberapa instrumen internasional,seperti UNCITRAL Model Law on eCommerce dan UNCITRAL Model Law oneSignature. Bagian ini dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnisdi internet dan masyarakat umumnya guna mendapatkan kepastian hukum dalammelakukan transaksi elektronik.Beberapa materi yang diatur, antara lain:

  1. pengakuan informasi/dokumen elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah (Pasal 5 & Pasal 6 UU ITE);
  2. tanda tanganelektronik (Pasal 11 & Pasal 12 UU ITE);
  3. penyelenggaraan sertifikasi elektronik (certification authority, Pasal 13 & Pasal 14 UU ITE); dan
  4. penyelenggaraan sistemelektronik (Pasal 15 & Pasal 16 UU ITE);

Sedangkan beberapa materi perbuatan yang dilarang (cybercrimes) yang diatur dalam UUITE, antara lain:

  1. konten ilegal, yang terdiri dari, antara lain: kesusilaan, perjudian,penghinaan/pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan (Pasal 27, Pasal 28,dan Pasal 29 UU ITE);
  2. akses ilegal (Pasal 30);
  3. intersepsi ilegal (Pasal 31);

4.gangguan terhadap data (data interference, Pasal 32 UU ITE);

  1. gangguan terhadap sistem (system interference, Pasal 33 UU ITE);
  2. penyalahgunaan alat dan perangkat(misuse of device, Pasal 34 UU ITE);Sebagai contoh pasal dan ayatdalam UUITE yang perlu diperhatikan oleh para penggunainternet seperti menimbangbahwa pemerintah perlu mendukung pengembanganteknologinformasi melalui infrastruktur hukum dan pengaturannya sehinggapemanfaatannya dilakukan secara aman dalam rangka mencegah penyalahgunaan yangterjadidenganmemperhatikan nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat Indonesia.

SARAN :

Cyberlaw adalah hukum yang digunakan di dunia cyber (dunia maya), yang umumnya diasosiasikan dengan Internet. Cyberlaw dibutuhkan karena dasar atau fondasi dari hukum di banyak negara adalah “ruang dan waktu”. Sementara itu, Internet dan jaringan komputer mendobrak batas ruang dan waktu ini. Oleh karena itu saran saya kita perlu ketahui peraturan atau hukum yang berlaku di setiap negara. Peraturan ini wajib dipatuhi oleh semua pengguna internet agar segala kegiatan yang terjadi di dunia maya dapat memberikan rasa nyaman bagi penggunanya sehingga kita juga mengetahui batas batas penggunaan data ,upload,download dari berbagai macam situs internet didunia yang memiliki hak akses yang berbeda beda .

Dalam kenyataannya cyber ethics dapat menjadi suatu alternatif dalam mengatur dunia cyber, meskipun tidak menutup kemungkinan cyber ethics menjadi cyber law, hal ini tentu berulang kepada kita sendiri. Maka dari itu sangat penting mempelajari tentang cyberlaw di berbagai Negara agar kita tidak tersesat ketika ingin menggunakan atau membutuh kan informasi dari situs di belahan dunia lainnya.

Dari berbagai upaya yang dilakukan tersebut, telah jelas bahwa cybercrime membutuhkan global action dalam penanggulangannya mengingat kejahatan tersebut seringkali bersifat transnasional. Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah:

– Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut

– Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional

– Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime

 

http://muhammadputraaa.blogspot.co.id/2015/07/jurnal-perbandingan-cyber-law-computer.html

http://chrisferdian.blogspot.co.id/2015/05/perbandingan-cyberlaw-indonesia.html

http://rahmaekaputri.blogspot.co.id/2012/04/perbandingan-cyber-law-computer-crime.html

http://siticholisoh18.blogspot.co.id/2016/04/cyber-law-computer-crime-act-and.html

 

 

Etika dan Profesionalisme TSI

Etika profesi mengacu pada kaidah atau pedoman perilaku yang harus dilakukan bahkan dimiliki oleh profesional yang berkaitan dengan profesi yang dijalaninya dengan masyarakat (klien). Hal tersebut sangatlah penting karena pada dasarnya salah satu cara mendapatkan pekerjaan impian adalah dengan memahami pentingnya etika profesi ini sebagai sikap hidup untuk memenuhi kebutuhan pelayanan profesional dari klien dengan keterlibatan dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka kewajiban masyarakat sebagai keseluruhan terhadap para anggota masyarakat yang membutuhkannya dengan disertai refleksi yang seksama. (AnangUsma,SH., MSi)

B.JENIS ANCAMAN IT

Berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis komputer danjaringantelekomunikasi. Adapun jenis ancaman tersebut yaitu :

1.Unauthorized Access to Computer System and Service

Kejahatanyang dilakukan dengan memasuki/menyusup ke dalam suatu sistem jaringan computer tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Dengan maksud sabotase,pencurian informasi penting atau pun karena ingin mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi.

2.llegal Contents

Kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.

3.Data Forgery

Kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scripless document melalui Internet.

4.Cyber Espionage

Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan Internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran seperti terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data pentingnya (data base) tersimpan dalam suatu sistem yang computerized (tersambung dalam jaringan komputer).

5.Cyber Sabotage and Extortion

Kejahatan yang dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus computer atau pun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya,atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku.

6.Offense against Intellectual Property

Kejahatan ini ditujukan terhadap hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki pihaklain di Internet.

7.Infringements of Privacy

Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yangtersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yangapabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materilmaupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakittersembunyi dan sebagainya.

C.CONTOH KASUS KEJAHATANCYBERCRIME

  1. Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain seperti adanya account pelanggan mereka yang “dicuri” dan digunakan secara tidak sah. Cara yang dilakukan yaitu pelaku menangkap “userid” dan“password” account. Sementara itu pengguna baru terasa efeknya saat dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP.

2.Penyebaran virus yang dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya. Kasus virus ini sudah cukup banyak seperti virus Mellisadan SirCam.

3.Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data.Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial. DoS attack dapat ditujukan kepada server (komputer) dan juga dapat ditargetkan kepada jaringan(menghabiskan bandwidth).

D.SARAN

Etika profesi adalah hal yang sangat penting bagi para profesionalisme di bidangnya. Sebab dengan etika profesi para profesionalisme akan bertanggung jawab atas pekerjaan atau pelayanan yang dilakukan oleh karna itu, dapat menerapkan kemerataan serta menerapkan prinsip kompetensi dan profesionalisme. Sehingga dapat mengurangi  campur tangan orang lain serta kejahatan maupun ancaman yang dapat merugikan pihak lain.

E.REFRENSI

https://id.wikipedia.org/wiki/Etika

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Profesi

 

http://bonarichopakpahan.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-etika-etika-yunani-kuno.html

 

http://muaramasad.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-etika-profesi-dan.html

 

http://listyawidhati.blogspot.co.id/2013/10/definisi-etika-profesi.html

 

https://10menit.wordpress.com/tugas-kuliah/pengertian-etika/

 

http://mulyafajar.blogspot.co.id/2013/04/jenis-jenis-ancaman-melalui-it-dan.htm

 

Kolaborasi antarmuka otomotif multimedia AMIC (Automotive Multimedia Interface Collaboration) dapat dikatakan pula sebagai sebuah organisasi yang dibentuk untuk menetapkan standarisasi yang digunakan untuk mengatur bagaimana perangkat elektronik dapat bekerja seperti komputer & alat komunikasi pada kendaraan, sehingga alat-alat elektronik tersebut dapat bekerja dengan baik dan sesuai dengan kendaraan yang akan diproduksi oleh perusahaan otomotif tersebut.

 

Sistem multimedia yang ada di dalam sistem otomotif meliputi sistem dari kendaraan itu sendiri, sistem kendaraan yang terhubung dengan mobile system, dan sistem entertainment (hiburan) yang ada di dalam mobil. Dengan begitu pengguna kendaraan akan menggunakan sebuah sistem komputer di kendaraan yang sudah di lengkapi dengan teknologi ini, seperti penggunaan GPS.

 

Selain itu, Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) menyatakan bahwa akan menggandeng teknologi Open Service Gateway Initiative (OSGi) sebagai framework untuk platform sofware yang dibangun untuk informasi mobile dan sistem entertainment. Dalam kombinasinya, AMI-C dan framework OSGi akan menyediakan satu platform software yang umum dan pasar yang terbuka untuk penyedia aplikasi atomotif berbasis wireless. Untuk pengguna, platform umum tersebut akan menyediakan pilihan software aplikasi yang luas.

 

Hal ini membuat kendaraan segera akan mengalami peningkatan perlengkapan dengan ditambahkannya sistem digital yang mendukung beberapa aplikasi seperti untuk mengakses informasi, komunikasi, kemanan dan internet. Seperti: pengenalan aplikasi real-time, kamera kecepatan tinggi, seiring dengan semakin meningkatnya komersialisasi lalu lintas multimedia dan pelayanan pariwisata dan travel. Oleh sebab itu, kebutuhan akan multimedia bus yang diletakkan pada kendaraan akan meningkat.

 

Sejarah

 

Kolaborasi antar muka otomotif multimedia dalam bahasa Inggris dikenal dengan The Automotive Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC). Yang dimana AMIC didirikan pada Oktober 1998 dalam rangka mengembangkan serangkaian spesifikasi umum mengenai multimedia interface ke dalam sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai perangkat elektronik di dalam kendaraan berbasis komputer. Inisiatif ini muncul oleh

 

 

pendiri Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota serta kelompok semua auto utama pembuat. Dengan demikian dapat terdapat peluang strategis baru untuk mencapai suatu set umum dibidang industri mobil. Organisasi seperti ini Otomotif Kolaborasi Multimedia Interface (AMI-C) memiliki kesempatan untuk menjadi kekuatan pendorong di belakang upaya standardisasi.

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Kolaborasi Antar Muka Otomotif Multimedia

 

Pada  dasarnya  kolaborasi  antar  muka  otomotif  multimedia  memiliki  kelebihan  dan

 

kekurangan bagi pengguna diantaranya :

 

  • Kelebihan

 

  1. Memungkinkan seorang pengendara kendaraan (mobil) dapat menggunakan perangkat lain melalui berbagai media, komputer, perangkat komunikasi dari sistem navigasi dan handsfree yang biasa digunakan pada telepon selular, termasuk pengenalan suara sintesis yang berfungsi untuk komunikasi jarak dekat untuk dipersembahkan komunikasi jarak dekat (DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output.

 

  1. Meningkatkan berbagai macam pilihan yang dapat digunakan oleh user dan juga untuk mengurangi keusangan sistem elektronik kendaraan.

 

  1. Melatih pengguna dalam penggunaan multimedia.

 

  1. Memberikan kemudahan serta keamanan dalam berkendara.

 

  1. Semakin berkembangnya dunia otomotif multimedia.

 

  • Kekurangan :

 

  1. Inovasi, produksi dan penggunaan kendaraan semakin meningkat akan tetapi tidak diimbangi dengan lalu lintas berkendara.

 

  1. Mengurangi rasa keamanan dalam berkendara karena pengguna merasa fasiitas yang ada sudah canggih.

 

  1. Mahalnya harga kendaraan.

 

Saran

Kolabolasi antarmuka otomotif multimedia ini perlu ditingkatkan lagi dari segi design supaya semua orang dapat mengoperasika sistem antar muka dan juga memahaminya, Setiap kemajuan teknologi ditujukan untuk mempermudah penggunanya. Namun, kembali lagi pada masing-masing pengguna, agar memperhatikan lingkungan agar tetap aman, nyaman dan terkendali untuk membeli bahkan memiliki dan menciptakan suatu inovasi dalam pengembangan Automotif Multimedia Interface Colaboration.

 

Refrensi http://veny-tioanah.blogspot.co.id/2015/01/ami-c-automotif-multimedia-interface.html http://ekrasas.blogspot.co.id/2014/01/kolaborasi-antar-muka-otomotif.html http://oetaribudhi.blogspot.co.id/2015/01/kolaborasi-antarmuka-otomotif-multimedia.html https://siscaellia.wordpress.com/2014/12/17/kolaborasi-antarmuka-otomotif-multimedia/ http://kharismadio.blogspot.co.id/2014/12/kolaborasi-antarmuka-otomotif.html

OPEN SOURCE GATEWAY INITIATIVE (OSGI)
A.PengertianOSGI
OSGi atau Open Source Gateway initiative
adalah sebuah modul sistem dan layanan platformuntuk bahasa pemrograman Java yang mengimplementasikan komponen model yang komplitdan dinamik.Adapun aplikasi atau komponen yang berasaldari paket bundle untuk pengerjaan, secara otomatis dapat dipasang dari jarak jauh bahkan distart ,stop atau update .Perkembangan dari OSGi ini sangat cepat sekali. Yang tadinya hanya fokus pada layanan gateway , kini sudah merambah pada aplikasi mobile phone sampai opensource Eclipse IDE.
B.Contoh OSGI
Jikaprogrammerhendakmembuataplikasiyangmanaterdapatbugyangharusditambal,programmerinitidakperlumelakukanpengkodinganulang dan mengganti aplikasi yanglama dengan aplikasi baru yang memakan waktu dan biaya yang besar untuk menambalnya(patching). Seperticarainject(suntik)kedalamprogramyangtelahdibuat.Daninitidakmerubahstrukturprogramdankinerjaprogramtersebut.Sedangkan contoh lain dari OSGI itu sendiri diantaranya : 
• Kehidupan sehari-hariPengendalian alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Caranya denganmenghubungkan berbagai framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumahtangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan dengan berbagai protocol network 

yaitu bluetooth, uPnP, HAVI dan X10. Dengan bantuan jini dan standart OSGI dari sunmicro sistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini adalah salah satu standart untuk pembuatan home network yang berbasis java.
• Teknologidan industriPengembangan ini untuk otomatisasi industri, seperti otomatisnya sistem dalam gudangyang dapat meminta PPIC untuk mengadakan bahan baku dan lainnya.
• Ilmu KomputerSalah satu contoh nya adalah Knopflerfish. Knopflerfish merupakan framework untuk melakukan OSGI di dalam program java. dan juga eclipse IDE merupakan OSGIframework yang dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI.
C.Kelebihan dan kekurangan OSGIAdapun untuk kelebihan dari OSGI yaitu:
1.Mengurangi Kompleksitas (Reduced Complexity).
2.Para model komponen OSGi membuatnya sangat mudah untuk menggunakan banyak komponen pihak ketiga dalam suatu aplikasi (Reuse).
3.OSGI merupakan kerangka kerja yang dinamis (Real World).
4.Teknologi OSGi dapat menentukan bagaimana komponen diinstal dan dikelola (EasyDeployment).
5.Model komponen OSGi adalah model dinamis (Dynamic Updates).
6.The OSGi API sangat sederhana. API inti hanya terdiri dari satu paket dan kurang dari 30kelas / interface (Simple).
7.OSGi dapat berjalan pada berbagai macam perangkat: dari sangat kecil, kecil, dan untuk mainframe(Small).
8.Kinerjanya cepat (Fast).
Adapun untuk kekurangan dari OSGI yaitu :
1.Ruang lingkupnya sangat kecil.
2.Keamanan kurang terjaga dari kejahatan hacker.
3.Biaya sangat mahaluntuk pembuatan aplikasi dari OSGI.
4.Rawan terjadinya pencurian data.
5.Ukuran penyimpanan yang sangat kecil untuk data yang di simpan.
D. Saran
dilihat dari segi kekurangan OSGI, dapat disimpulkan bahwa diperlukan perbaikan dari segi ruang lingkupnya yang harus diperbesar sehingga pertimbangan mengenai tingkat keamanan data serta kapasitas penyimpanan dengan biaya yang terjangkau akan tetapi tetap memberikan kualitas yang terbaik.

Tugas Analisis Kinerja Sistem : Review Jurnal

 

Judul Metode Audit Tata Kelola Teknologi Informasi

di Instansi Pemerintah Indonesia

Tahun 2013
Penulis Herri Setiawan dan Khabib Mustofa
Reviewer Donnie ahmed junior (12112258
Tanggal 12 Desember 2015

 

 

Latar Belakang Tujuan utama dari makalah ini adalah Dalam rangka menciptakan nilai tambah dan meminimalkan risiko Teknologi Informasi (TI)

dibutuhkan manajemen pengelolaan semua sumber daya TI yang efisien dan efektif, antara

lain melalui IT Governance (Tata Kelola TI). Berdasarkan tujuannya, audit Tata kelola TI

memiliki tujuan yang berbeda dengan tiga jenis audit berdasarkan UU No. 15 tahun 2004,

karena audit ini bertujuan khusus untuk memeriksa pengelolaan seluruh sumber daya TI

(termasuk di dalamnya manajemen organisasi dan pimpinan), apakah dapat mendukung dan

sejalan dengan strategi bisnis. Dibandingkan audit di sektor privat, audit di sektor publik dalam

hal ini di instansi pemerintah, memerlukan perhatian khusus, karena karakteristik manajemen

sektor publik berkaitan erat dengan kebijakan dan pertimbangan politik serta ketentuan

perundang-undangan. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode audit tata kelola TI di

instansi pemerintah. Metode yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan auditor

pemerintah dalam mengevaluasi risiko yang terkait dengan Tata Kelola TI di instansi

pemerintah.

Masalah Kurangnya Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan (e-government) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas,  transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan
Tujuan Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengusulkan metodologi audit tata kelola TI di instansi pemerintah Indonesia. Metodologi yang diusulkan ini berdasarkan kerangka teori dari kajian literatur, perundang-undangan, IS Auditing Standard IT Governance; Document S10, IS Auditing Guideline IT Governance; Document G18, dan ISACA  IT Standards, Guidelines, and Tools and Techniques for Audit and Assurance and Control Professionals.  Berbeda dengan audit keuangan, audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu, lingkup audit tata kelola TI tidak dapat dilakukan secara parsial, namun harus dilakukan secara utuh dengan melibatkan semua bagian instansi yang menggunakan sumber daya TI. Setiap langkah audit IT Governance yang diusulkan berpedoman pada ruang lingkup best practices bidang IT Governance.
Metode Penelitian Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengusulkan metodologi audit tata kelola TI di instansi pemerintah Indonesia. Metodologi yang diusulkan ini berdasarkan kerangka teori dari kajian literatur, perundang-undangan, IS Auditing Standard IT Governance; Document S10, IS Auditing Guideline IT Governance; Document G18, dan ISACA  IT Standards, Guidelines, and Tools and Techniques for Audit and Assurance and Control Professionals.  Berbeda dengan audit keuangan, audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu, lingkup audit tata kelola TI tidak dapat dilakukan secara parsial, namun harus dilakukan secara utuh dengan melibatkan semua bagian instansi yang menggunakan sumber daya TI. Setiap langkah audit IT Governance yang diusulkan berpedoman pada ruang lingkup best practices bidang IT Governance.

 

 

Hasil Dan Analisis Berdasarkan kerangka kerja yang diusulkan, maka langkah-langkah tim Audit TI dalam mplementasinya adalah sebagai berikut:

 

Praaudit 

Secara umum teknik audit IT Governance di sector public dan sector privat memiliki kesamaan, hanya saja audit IT Governance di sector public memerlukan perhatian khusus, karena karakteristik manajemen sector public berkaitan erat dengan kebijakan dan pertimbangan politik serta ketentuan perundang-undangan.

 

Perencanaan

Perencanaan audit mencakup perencanaan yang dilakukan oleh lembaga audit dalam memberikan layanan dan penugasan audit, dibutuhkan persiapan dalam perencanaan

Audit yang menyangkut penugasan, waktu, metode dan perhitungan biaya audit yang

dibutuhkan.

 

Pelaksanaan

Audit IT Governance dilakukan menyeluruh di seluruh bagian instansi, dan tidak dilakukan hanya spesifik berdasarkan objek  dan subjek lingkup tententu saja. Atas dasar proses audit yang dilakukan sebelumnya, kemudian dilanjutkan dengan pengujian kepatutan atas kebijakan, praktek

 

Pelaporan

Auditor TI harus memberikan laporan audit sesuai bentuk yang diinginkan pengguna jasa dengan mempertimbangkan dan mendiskusikan laporan tersebut sebelum diinformasikan

Secara terbuka. Dalam pembuatan laporan, Audit Tata kelola TI menghasilkan bentuk laporan yang standar (seperti laporan Audit Keuangan), dan laporan yang struktur dan isi laporan

bervariasi (seperti laporan Audit Kinerja).

 

Tindak Lanjut Sebuah proses tindak lanjut membantu memberikan keyakinan bahwa setiap review yang telah dilakukan oleh auditor TI memberikan manfaat yang optimal bagi organisasi.

 

.

Kesimpulan Pertama, penerapan metodologi audit Tata Kelola TI yang diusulkan dapat digunakan sebagai bagian dari Audit Kinerja sesuai UU No. 15 tahun 2004.

Kedua, metode yang akan digunakan auditor dalam audit tata kelola TI dapatdikembang-kan sesuai kebutuhan, berdasar pada best practices pada bidang ini seperti COSO, COBIT, ITIL, IT Security, National Institute of Standards and Technology (NIST)British Standard Institution (BSI) BaselinesISO/IEC 27002, ISO/IEC 385000, dan lain-lain.

Ketiga, tidak dapat dipungkiri bahwa Teknologi Informasi merupakan bagian dari keberhasilan pengelolaan instansi pemerintah,karenanya penilaian atas ketercapaian efektifitas dan efisiensi

Tata kelola TI yang ada harus dilakukan, pemerintah

disaran-kan untuk mengeluarkan pedoman audit resmi yang memiliki tujuan khusus dalam tata kelola

TI.